Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tips Buatmu
Edukasi Health Lifestyle

Tutorial Mengobati Luka agar Tidak Infeksi

Tutorial Mengobati Luka agar Tidak Infeksi

Mengobati luka dilakukan supaya tidak terjadinya infensi. Kalian tentu pernah mendengar saran dari orang tua yang menyebutkan supaya luka lebih cepat sembuh dan mengering, ada baiknya kalian membiarkan luka berada dalam kondisi terbuka sehingga luka terkena udara. Apabila kalian menutup luka dengan plester atau perban, maka luka ini justru dianggap akan terus berada dalam kondisi yang basah dan tidak kunjung sembuh. Sebenarnya, apakah anggapan tersebut benar?

Bahaya Luka yang Dibiarkan Terbuka

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa anggapan seperti ini ternyata salah kaprah. Justru, luka yang ditutup setelah dibersihkan serta diberi obat malah akan mengalami proses penyembuhan dengan lebih cepat. Fakta ini juga diungkap oleh sebuah penelitian yang dilakukan pada 1962 silam.

Dalam penelitian yang dilakukan untuk mengetahui seberapa lama luka yang ada pada tubuh manusia dapat sembuh, dihasilkan fakta bahwa luka yang ditutup malah lebih cepat sembuh dibandingkan dengan luka yang dibiarkan terbuka. Apabila kalian mengobati luka dengan menutupnya serta lembab, bukan yang kering atau basah, kulit pun akan mengalami perbaikan jaringan dengan lebih cepat.

Tujuan yang utama dari mengobati luka dengan plester atau kasa yaitu demi mencegah masuknya bakteri serta datangnya infeksi maupun kontaminasi pada luka. Namun, penutup luka tersebut juga sebaiknya rutin untuk diganti. Apabila luka yang dialami cukup parah dan pasien berada di rumah sakit, maka proses penggantian bisa sampai 3 kali sehari. Nah, apabila luka dapat ditangani sendiri di rumah, ada baiknya kalian selalu mengganti penutupnya setelah mandi.

Nah, ketika kalian ingin memasang kembali penutup luka, pastikan bahwa luka diberi antiseptik, dibiarkan sebentar supaya kondisinya lembab, bukannya basah, dan barulah kalian memasang penutup luka kembali.

Tutorial Mengobati Luka

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh, pasti kulit akan sering terluka. Entah karena tergores benda-benda di sekitar, cedera, maupun kecelakaan. Apabila luka tidak ditangani dengan baik, luka akan susah sembuh serta menimbulkan bekas yang tidak enak dilihat.

Lebih buruk lagi, luka pun dapat mengalami infeksi yang berbahaya. Jadi, kalian harus tahu bagaimana cara mengobati luka supaya cepat sembuh sehingga tidak meninggalkan bekas yang terlalu buruk.

1. Sedikit berdarah sebenarnya bagus

Sebagian besar luka kecil biasanya akan cepat berhenti pendarahannya, tapi apabila tidak kunjung berhenti kalian dapat membantu menghentikannya dengan menekan lembut menggunakan kain kasa maupun tisu.

Apabila darah sudah memenuhi seluruh permukaan kain maupun tisu, tumpuklah kain atau tisu yang baru di atasnya. Jangan lepaskan tekanan karena luka tersebut akan terbuka dan akan berdarah lagi.

2. Bersihkan luka dengan perlahan

Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam mengobati luka, yaitu membersihkannya dengan air dingin yang mengalir (contohnya: air keran). Kemudian, singkirkan debu maupun kotoran di area luka menggunakan pinset yang sudah disterilkan atau dibersihkan alkohol.

Pada luka kecil, cucilah sampai bersih untuk menyingkirkan semua kotoran dari luka. Perlahan bersihkan area sekalian luka menggunakan sabun serta handuk bersih. Jangan menggunakan sabun yang mengandung bahan kimia, seperti iodin, alkohol, atau hidrogen peroksida karena bisa mengiritasi luka.

3. Manfaatkan krim antibiotik

Krim dan salep antibiotik bukan hanya dapat berguna untuk menjaga kelembapan luka, akan tetapi juga mampu mencegah infeksi. Apabila kalian menggunakan krim antibiotik, maka oleskanlah tipis-tipis di atas luka.

4. Tutupi dengan plester atau perban

Apabila luka kalian sering tergesek pakaian, maka tutuplah dengan plester ataupun perban. Keropeng luka yang tidak ditutupi tersebut rentan untuk terbuka kembali hingga terinfeksi. Jadi, gantilah perban atau plester setiap hari.

5. Waspadai tanda-tanda infeksi

Apabila muncul warna kemerahan yang menyebar dari luka, pembengkakan, keluar cairan yang berwarna hijau / kuning, ataupun meningkatkan rasa sakit di sekalianr luka, mungkin itu tanda kalian mengalami infeksi pada luka.

Tanda-tanda lain yang perlu dicermati yaitu pembengkakan pada kelenjar getah bening pada leher, ketiak, maupun selangkangan, rasa sakit pada sekujur tubuh, meriang, ataupun demam. Apabila mengalami tanda-tanda infeki seperti ini, maka sebaiknya beritahukan kepada dokter untuk mengobati luka dengan baik dan benar.

TIPS TERKAIT

10 Tips Berpikir Lebih Dewasa

Admin

Tips Menghitung Masa Subur Berdasarkan Siklus Menstruasi

Angga

Tidak Hanya Krim Saja, Ini Dia Tutorial Mengatasi Psoriasis

Admin