Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tips Buatmu
Properti

7 Cara Menghitung Keuntungan Bisnis Properti Yang Bisa Anda Coba

7 Cara Menghitung Keuntungan Bisnis Properti Yang Bisa Anda Coba

Bisnis properti kini kian menjamur di berbagai daerah, mulai dari produk rumah sederhana hingga rumah mewah. Bahkan juga, ada pengembang atau kontraktor yang menerapkan bisnis properti syariah, dimana produk yang dijual tidak dikenakan bunga dalam cicilannya. Memang setiap pengembang memiliki cara tersendiri dalam pemasaran mereka.  Cara menghitung keuntungan bisnis properti  juga harus  tepat, agar keuntungan yang anda dapatkan banyak. Karena biaya yang dibutuhkan dalam bisnis properti juga tidaklah sedikit sehingga segala sesuatunya harus diperhitungkan dengan cermat.

Setiap kontraktor pastinya memiliki cara masing-masing dalam memperhitungkan kebutuhan saat mereka membangun properti untuk klien mereka. Sehingga keuntungan yang diperoleh nantinya dapat maksimal. Ada beberapa cara untuk menghitung keuntungan bisnis properti yang anda miliki seperti sebagai berikut :

1. Profit Margin

Profit margin adalah presentase berbanding dengan omset yang diterima nantinya atau lebih mudahnya merupakan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan berbanding dengan omset yang berhasil dicapai. Adapun rumus cara menghitung keuntungan bisnis properti yaitu : Laba = Omset – Biaya bahan baku ( termasuk dengan ongkos kerja) – Biaya administrasi dan umum.

2. Break Even Point (BEP)

BEP atau disebut juga dengan titik impas merupakan semua biaya yang dikeluarkan sudah terlunasi  atau tercover dari omset-omset yang didapatkan. Kemudian omset baru selanjutnya akan dihitung sebagai keuntungan. Karena ketika kontraktor misalnya membutuhkan dana Rp 600 juta untuk membangun 2 rumah dengan biaya minimal Rp 300 juta. Mak dengan harga tersebut kontraktor tidak akan mendapatkan keuntungan.

3. Payback Period

Payback period ini adalah perhitungan waktu yang dibutuhkan agar modal investasi yang telah digunakan dapat tercover kembali seutuhnya. Jadi, misalnya saat perhitungan payback period membutuhkan waktu 12 bulan agar balik modal, maka omset dari bulan 13 dan seterusnya merupakan keuntungan ynag akan kita peroleh.

4. Return On Investment (ROI)

Return On Invesment biasanya lebih dikenal dengan tingkat pengembalian atas investasi, yakni beberapa modal yang digunakan dan berapa presentase keuntungan yang didapatkan. Dengan cara  ini anda bisa mengetahui banyak modal dan presentase laba yang anda peroleh setelah membangun bisnis property. ROI biasanya dilakukan agar hasil dari jumlah aktiva yang dikendalikan oleh omset dapat diketahui. Dan dengan analisa ROI, anda dapat mengukur efisiensi penggunaan modal, produksi serta pada bagian penjualan.

5. Metode Kontrak Selesai ( Complete Contract Method)

Dengan metode ini, perhitungan keuntungan bisnis properti atau pendapatan baru akan dibukukan setelah pembangunan selesai dijalankan. Dengan dibukukan ini, laba yang diperoleh akan diakui karena telah terdata secara jelas dan terperinci. Dan pengakuan pendapatan akan diakui jika waktu kontrak telah terselesaikan.

6. Metode Presentase Penyelesaian  ( Precentage Of Completion Method)

Dengan menggunakan metode ini, taksiran keuntungan maupun kerugian yang diperoleh akan dicatat pada setiap akhir periode pembangunan properti. Hal ini didasarkan pada kemajuan atas pembangunan serta berdasarkan presentase penyelesaiannya.  Biaya pembangunan akan ditambah dengan laba kotor yang kemudian akan diakumulasikan ke dalam taksiran persediaan pembangunan.

7. Dengan Memperhitungkan Pengeluaran Biaya

Sebenarnya, ada hal-hal yang dapat berpengaruh terhadap keuntungan investasi bisnis properti  seperti desain yang akan dibuat, kepemilikan lahan, perizinan serta jenis proyek yang dikerjakan. Misalnya, lahan yang akan dibangun adalah milik klien biasanya kontraktor hanya perlu menghitung biaya untuk pembangunan saja. Sehingga perhitungan labanya akan relatif mudah karena pemilik lahan kan mengurus hal lainnya yang berkaitan dengan pembangunan contohnya seperti desain atau perizinan. Akan tetapi, sebaliknya apabila kontraktor membangun proyek yang besar maka perhitungannya mencakup semua aspek. Seperti halnya modal tanah, perizinan tempat, desain properti, biaya pematangan, biaya bangunan serta overhead cost.

Untuk menghitung keuntungan bersih dari bisnis properti yang anda jalankan ini, membutuhkan perhatian yang ekstra karena besarnya properti yang dibangun. Setelah perhitungan terselesaikan, maka proyeksi keuntungan pun akan didapatkan. Presentase minimal proyeksi keuntungan biasanya 5%-7%, untuk proyeksi standar adalah 10%-20%, dan ada juga kontraktor yang memproyeksikan lebih dari 20% dengan pertimbangan waktu pengerjaan. Demikianlah beberapa cara menghitung keuntungan bisnis properti yang dapat anda lakukan Begitulah beberapa gambaran cara menghitung keuntungan bisnis properti bersih yang biasa diterapkan oleh kontraktor dan bukan sekedar pengembang yang asal-asalan.

TIPS TERKAIT

Tips Sukses menjadi Broker Properti Modal Dengkul

Admin

Simaklah, Tips Investasi Properti untuk Generasi Milenial

Admin

Tips Memilih Apartemen Sebelum Menyesal, Perhatikan Beberapa Hal Ini

Admin