Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tips Buatmu
Properti

7 Cara Membeli Rumah Dengan KPR Untuk Pasangan Baru

7 Cara Membeli Rumah Dengan KPR Untuk Pasangan Baru

Mempunyai rumah sendiri tentu saja menjadi impian semua orang. Apalagi buat anda yang sudah lama menikah dan mempunyai anak. Bahkan trend saat ini kebanyakan pasangan muda memilih untuk hidup mandiri daripada harus tinggal bersama orang tua atau mertua. Sebagai kebutuhan primer harga rumah kian hari semakin melambung tinggi. Harga tentu tidak akan menjadi masalah jika dana yang anda miliki cukup. Jika tidak, sebagai solusinya banyak pasangan yang memilih untuk tinggal di kontrakan karena kemampuan finansial yang masih terbatas. Namun mengontrak rumah bukanlah satu-satunya pilihan terbaik. Anda harus membayar uang kontrakan setiap bulan yang bisa membuat pengeluaran anda membengkak. Jika anda ingin membeli rumah anda bisa mencoba cara lain yaitu membeli rumah dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Buat pasangan baru mungkin belum begitu memahami cara membeli rumah dengan KPR.

Berikut ini adalah cara membeli rumah dengan KPR untuk pasangan baru yang bisa anda jadikan panduan untuk mendapatkan rumah impian anda dan pasangan :

1. Mencermati Reputasi Pengembang

Cara membeli rumah dengan KPR yang pertama adalah anda harus cermat dengan reputasi pengembang. Anda perlu mencari tahu ke bank partner pengembang perihal kebenaran adanya kerjasama dengan pengembang. Kemudian anda juga perlu mencari tahu tentang proyek perumahan mana saja yang pernah dikerjakan pengembang. Jika proses pembangunan proyek sebelumnya berjalan baik maka dapat dipastikan pengembang tersebut cukup bonafid. Anda juga perlu memeriksa legalitas pengembang mulai dari status badan hukum, legalitas hak atas tanah, serta perizinan mendirikan bangunan.

2. Mengecek Legalitas Tanah

Setelah mencermati reputasi, cara membeli rumah dengan KPR selanjutnya adalah mengecek legalitas tanah. Tanah yang dikuasai pengembang harusnya hanya berstatus Hak Guna Bangunan (HGB). Status ini mempunyai batas waktu dan harus diperpanjang jika pengembang belum selesai mengelola perumahan tersebut. Anda bisa mengecek status HGB dari perumahan tersebut langsung ke Dinas Pertanahan setempat. Pastikan HBG yang digunakan pengembang berasal dari lahan yang dikuasai negara karena relatif lebih aman dalam unsur legalitas.

3. Garansi Booking Fee

Ketika anda sudah memutuskan untuk membeli satu rumah dari pengembang anda akan dimintai booking fee atau kepastian. Biasanya anda harus membayar booking fee yang besarnya berbeda-beda antar pengembang.  Jangan lupa untuk meminta kesepakatan tertulis terkait pemesanan rumah termasuk juga garansi booking fee kembali jika pengajuan KPR ditolak. Ini adalah cara membeli rumah dengan KPR yang wajib anda perhatikan agar tidak merugi  di kemudian hari. Beberapa pengembang yang curang  bahkan ada yang tidak mau mengembalikan booking fee jika KPR ditolak bank. Jangan sampai ini terjadi pada anda.

4. Membayar DP Hanya Setelah KPR Disetujui

Tidak ada jaminan bahwa pengajuan KPR anda pasti akan disetujui bank meskipun pengembang terikat kerjasama dengan bank itu. Bank pasti akan melihat kemampuan finansial calon debitur dalam melunasi KPR. Banyak calon debitur yang kesulitan menarik kembali uang DP ketika KPR ditolak. Oleh karena itu, jangan pernah membayarkan DP jika KPR anda belum disetujui.

5. Membayar Uang Muka Dan Tandatangan PPJB

Ketika bank menyetujui KPR yang anda ajukan maka tiba saatnya anda untuk membayar DP. Setelah itu anda dan pengembang akan melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Cermati detail isi perjanjian poin per poin termasuk menegaskan tentang sanksi. Terutama sanksi untuk pengembang jika mereka mangkir dari perjanjian. Sehingga anda bisa menuntut secara hukum jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

6. Memantau Proses Pembangunan Rumah

Pada saat pembangunan rumah anda perlu mendatangi lokasi pembangunan perumahan secara rutin. Terutama untuk melihat apakah spesifikasi bahan, ukuran dan desain sesuai dengan kesepakatan. Jika tidak, anda berhak menuntut pengembang.

7. Membuat AJB Dan Mengubah HBG Menjadi SHM

Cara membeli rumah dengan KPR yang terakhir adalah membuat AJB dan mengubah HGB menjadi SHM sebagai tanda legalitas kepemilikan rumah. Setelah rumah anda jadi, anda harus segera meminta pengembang untuk melakukan proses pembuatan akta jual beli (AJB). Selanjutnya anda perlu mengambil sertifikat tanah dari pengembang dan meng-upgrade dari HGB menjadi SHM. Sehingga nama anda akan tercantum sebagai pemilik. Proses ini biasanya dikerjakan oleh notaris saat anda menandatangani AJB. Jangan lupa juga untuk meminta garansi bangunan secara tertulis kepada pengembang agar lebih kuat di mata hukum.

TIPS TERKAIT

Ingin Berinvestasi Properti? Ini Dia 7 Cara Menghitung Nilai Properti

Admin

7 Tips Membeli Rumah Bekas Di Perumahan Bagi Anda

Admin

Tips Sukses menjadi Broker Properti Modal Dengkul

Admin